Ijazah Palsu, Jokowi Tantang Buktikan Sang Penuding, Singgung Issue Murahan

Nature



Ijazah Palsu, Jokowi Tantang Buktikan Sang Penuding, Singgung Issue Murahan

Senin, 31 Maret 2025, Maret 31, 2025



Jakarta -Faktaliputan.Com- Kembali beredar isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial pada Senin (31/3/2025).



Jokowi pun memberikan tanggapannya soal isu keaslian ijazahnya tersebut yang kembali ramai diperbincangkan.

Warganet sebelumnya menganalisis jenis font yang digunakan dalam ijazah Jokowi saat lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Salah satu akun media sosial X berinisial T, sebelumnya membagikan pernyataan dari ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar yang mengeklaim bahwa ijazah tersebut tidak asli.

Jokowi pun mengatakan bahwa itu merupakan fitnah murahan yang diulang-ulang terus.

Ia menegaskan bahwa ijazah tersebut sudah seperti itu dari UGM dan sudah berulang kali dijelaskan olehnya.

Warganet dalam beberapa unggahan juga meragukan keaslian ijazah itu karena diduga menggunakan font times new roman.

Mereka menilai, font tersebut baru diperkenalkan secara luas pada tahun 1992 melalui sistem operasi Windows 3.1, sedangkan ijazah Jokowi diterbitkan pada tahun 1985.

Kemudian, Jokowi kembali menegaskan bawa Dekan Fakultas Kehutanan juga secara jelas dan tegas menyampaikan soal kaslian ijazahnya.

Mengenai isu tersebut yang kembali dibahas terus-menerus, Jokowi menantang yang meremehkan skripsinya untuk membuktikan pernyataan.

Diketahui sebelumnya, Dekan Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, dengan tegas menjelaskan jika ijazah dan skripsi milik Jokowi adalah asli dan dapat ditipu.

Menurutnya, banyak teman-teman satu angkatan Jokowi yang mengenal baik keaktifan Jokowi selama kuliah di UGM.

Sigit mengungkapkan, pada masa itu, penggunaan gaya huruf Times New Roman untuk sampul skripsi dan ijazah sudah umum.

Bahkan, di sekitar kampus UGM ada percetakan yang menggunakan mesin untuk mencetak sampul dengan gaya huruf tersebut.

Selain itu, mengenai nomor seri ijazah Jokowi yang menjadi relevan, Sigit menjelaskan bahwa pada saat itu, Fakultas Kehutanan memiliki kebijakan penomoran ijazah yang berbeda.

Nomor ijazah ditentukan berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang lulus, dengan tambahan singkatan fakultas (FKT) di belakangnya.

Senada dengan Sigit, Ketua Senat Fakultas Kehutanan, San Afri Awang, yang juga senior Jokowi saat kuliah, menyatakan bahwa pada tahun tersebut sudah ada tempat percetakan yang menggunakan komputer untuk mengetik, termasuk untuk mengolah data statistik.

Ia pun menganggap tuduhan yang menyerang UGM dan Jokowi ini tidak berdasar.

Dikatakan tuduhan itu lebih mengarah pada hoaks atau analisis informasi bohong karena  demi mencari sensasi semata


( M.I )

TerPopuler