Pelalawan Riau-faktaliputan.Com.Sebuah video yang menampilkan aksi kedatangan pabrik oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) tengah viral di media sosial.Sabtu 29/3/2025.
Aksi ini diduga terjadi karena pihak perusahaan menolak membayar setoran atau Tunjangan Hari Raya (THR).
Dalam video yang beredar luas, terlihat beberapa anggota ormas tersebut berada di depan gerbang pabrik yang telah dipasangi segel.
Kejadian ini sontak memicu masyarakat, dan banyak netizen yang berpikir apakah tindakan tersebut memiliki dasar hukum atau merupakan bentuk pemaksaan terhadap perusahaan.
"Tidak mau bayar uang keamanan atau THR, akhirnya pabrik disegel oleh ormas PP Selama negara masih piara ormas preman ini, jgn harap investor berani buka pabrik di negara sendiri. Banyak pengusaha RI sdh buka pabrik di Vietnam yg notabene komunis tapi keamanan usaha terjamin," tulis akun Twitter yang membagikan video permohonan pabrik oleh PP tersebut.
Dari informasi video perkiraan peristiwa penerimaan itu terjadi didaerah Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Meski begitu Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari PP mengenai aksi penerimaan tersebut.
Namun, masyarakat sudah menyematkan citra arogan pada salah satu organisasi tertua di Indonesia ini.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga kesal bukan main dengan tindakan ormas tersebut.
“Semakin meresahkan Industri di Indonesia,” tegas dia seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (20/3/2025).
Dia meminta Pemda bertekad tegas dan melindungi para pelaku industri.
Jangan sampai hal seperti ini terjadi terus menerus yang membuat pelaku industri resah dan tidak nyaman berbisnis di Indonesia.
Baiknya ada pengumuman dari Kemendagri atau Pemda-pemda agar perusahaan industri dan perkebunan atau usaha jenis lainnya untuk tidak melayani permintaan sumbangan bentuk apapun dari pihak manapun yang meresahkan kenyamanan ketenangan yang diupayakan di Indonesia, bebernya.
Sahat bilang kejadian seperti ini sering terjadi di Riau dan Pulau Kalimantan.
Tak dikasih THR katanya para ormas biasanya menjarah kelapa sawit di perkebunan.
“Masyarakat sekitar dan ormas-ormas mulai menjarah sawit-sawitnya.Kejadian ini marak di Kalteng, Kaltim dan Riau,” Tutupnya.
( M.I )