Beragam Kreatifitas Warnai Semarak Tabir Keliling Di Klaten.

Nature



Beragam Kreatifitas Warnai Semarak Tabir Keliling Di Klaten.

Minggu, 30 Maret 2025, Maret 30, 2025
Beragam Kreatifitas Warnai Semarak Tabir Keliling Di Klaten.
KLATEN-faktaliputan.com
Malam Takbiran Idul Fitri tahun ini, ada pemandangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hal ini terlihat di beberapa ruas jalan baik jalan arteri pun jalan-jalan kampung (30/03/2025).

Malam Takbiran kali ini, yang merupakan perayaan kemenangan umat muslim dalam menahan nafsu selama sebulan penuh, serta melatih kesabaran dan penguatan iman, dirayakan dengan sukacita oleh sebagian masyarakat, baik di Desa dan di kota-kota besar.

Namun agak berbeda dengan tahun sebelumnya kali ini terasa ada sedikit perubahan inovasi dalam kreativitas Ramadhan, di Klaten disamping takbir keliling secara umum dengan membawa obor, dan seringkali diiringi dengan bunyi bunyian terban, kendang dan alat musik lainnya. Ada yang merayakan dengan membawa sound besar-besar dan lantunan musik beat yang keras, lalu ada yang memang hanya melantunkan dan menyebut kebesaran Asma Allah dalam lantunan takbir yang indah, pun begitu ada juga yang unik, dengan membawa serta kreativitas berupa patung-patung kertas, maupun lampion dan aneka kreasi beragam, seperti halnya pada saat perayaan Tawur Agung menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.


Arifin salah seorang rekan yang kebetulan juga ikut menyaksikan arak-arakan takbir keliling di Daerahnya saat ditanyakan awak media mengatakan bahwa 

"Ya itu mungkin biasanya sebatas kreatifitas aja bang. Selain itu juga ada yang bawa lampion. Kalau dulu jaman saya kecil hanya pakai oncor atau obor dari bambu dengan iring- iringan kentongan, sebagai wujud suka cita karena bulan puasa telah usai. Tapi kalo sejarahnya sendiri memang saya belum begitu paham juga." terangnya.

Lebih lanjut dikatakan "Perkembangannya sekarang seiring, berkembangnya zaman, takbir keliling sudah dimodifikasi dengan kreativitas masing-masing. Di Jogja biasanya dilombakan dengan aneka kreasi lampion dengan bentuk patung, bangunan tugu, kereta dan lainnya, serta diiringi musik dan tari, semacam seperti kearifan lokal gitu. " pungkasnya.

Payman berbeda lagi ketika menanggapi ada sebuah patung pocong dalam arak-arakan "Nahh karena kemarin puasa jin dan setan di hukum, makanya sekarang mulai dibebaskan. Karena pas puasa kemarin kan hanya setan yang berujud manusia, paling banyak kita jumpai," terangnya sembari bergurau.


Terpisah Ajik, salah seorang rekan juga menanggapi dengan berbeda  dan mengatakan, "Malam Takbiran memiliki tradisi yang sangat kaya dan unik. Di Indonesia, malam ini biasanya diisi dengan kegiatan takbiran, yaitu mengumandangkan takbir (kalimat "Allahu Akbar") sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan atas kemenangan umat Islam. Takbiran biasanya dilakukan di masjid, mushalla, atau di rumah-rumah warga." terangnya

Kemudian "Malam Takbiran ini juga memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Karena malam ini merupakan malam yang penuh dengan kebahagiaan dan kesyukuran atas kemenangan umat Islam. Sekaligus malam ini adalah merupakan malam untuk memohon ampunan dan memperkuat iman." ujarnya 

Hal tersebut juga dijelaskan dalam "Al-Quran, Allah SWT berfirman "Dan berdzikir'lah, kamu kepada Allah, dzikir yang banyak, agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah: 10). Ayat ini menunjukkan bahwa malam Takbiran adalah malam yang sangat spesial untuk berdzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT." pungkasnya.

"Ternyata malam takbir setahun sekali ini memiliki beragam makna dan dirayakan dengan bermacam kreatifitas juga, tentunya ini menjadikan kekayaan tradisi dan keragaman budaya di negri kita makin kaya. Selagi kreatifitas tersebut tidak kemudian di maknai  sebebas-bebasnya seperti memenuhi jalan dengan knalpot brong dan membuat suara bising, saya rasa itu masih dalam tahap wajar, karena hanya setahun sekali dan dirayakan dengan khidmat serta penuh sukacita, namun ketika sudah blayer-blayer knalpot brong itu yang semestinya bisa jadi bahan evaluasi para pembina remaja masjid maupun para pembimbing anak-anak, untuk selalu mengingatkan akan pentingnya menghargai kepentingan orang lain juga," terang Agus.


Ditambahkan olehnya "Boleh bersuka cita, namun tetap dalam tahap kewajaran, karena seperti himbauan dari pihak kepolisian kemarin, kan sebenarnya disarankan tidak menggunakan kendaraan bermotor, namun karena ini sifatnya seremonial serentak jadi ya agak susah juga menghimbau bula tidak ada undang-undangnya, yang pasti selagi masih dalam tahap wajar itu lebih banyak permakluma lah," pungkasnya.

Semoga kesemua perayaan berjalan lancar dan kondusif, sehingga esok semua bisa berlebaran dengan kelurga tercinta masing-masing. Selamat Hari Raya Idul Fitri buat semuanya, mohon maaf lahir dan batin.

(Pitut Saputra)


TerPopuler