Masyarakat Ubar Minta Sengketa Lahan Sawit Dapat Diselesaikan, Ini Alasannya!

Read Time:1 Minute, 53 Second

Sampit, faktaliputan.com- Diduga melakukan penyerobotan lahan seluas ratusan hektar untuk garap lahan sawit diduga masuk lahan Hutan Produksi (HP) milik warga Dusun Ubar Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepada awak media, salah satu warga Telawang Mengaku kurang lebih lahan seluas 80 hektar tersebut milik dirinya bersama keluarga. Dan sudah melaporkan penyerobotan lahan tersebut ke Polres Kotim.

“Lahan tersebut yang di klaem masyarakat sampai saat ini,bahkan lumpuh total kurang lebih selama 6 bulan,” kata salah satu pemilik lahan Nadi. Jum’at 20/05/2022.

Klaim lahan milik dusun Ubar

Lanjut Nadi muncul pengklaem baru atas nama Sugiarto, sehingga makin bertambah masyarakat yang klaim lahan tersebut.

“Harapan kami semoga dengan muncul nya masyarakat baru tersebut bisa membawa kabar gembira untuk para masyarakat lain, yang pasti nya agar bisa duduk bersama menyelesaikan beberapa lahan yang sampai saat ini belum ada diganti rugi,” ujar Nadi.

Sebelumnya ditulis media ini,Diduga melakukan penyerobotan lahan seluas ratusan hektar untuk garap lahan sawit diduga masuk lahan Hutan Produksi (HP) milik warga Dusun Ubar Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepada awak media, salah satu warga Telawang Mengaku kurang lebih lahan seluas 80 hektar tersebut milik dirinya bersama keluarga. Dan sudah melaporkan penyerobotan lahan tersebut ke Polres Kotim.

“Yang khusus punya ku kurang lebih 80 hektar, itu lahan sawit milik orang Cina yang menggarap lahan masyarakat tanpa ada ganti rugi dan diduga beroperasi di hutan HP,” kata Ibam.

Ibam mengaku jika lahan tersebut bukan PT melainkan kebun pribadi tetapi dengan luasan yang menyaingi PT.

“Penggarapan mulai dari tahun 2013 dan
yang klaim dari 2 desa di Kecamatan Telawang. Pertama kali pihak orang Cina tersebut yang melaporkan saya ke DAD dengan tuduhan saya telah meyerobot tanah mereka tapi tidak ada keputusan dan masih ngambang.karena saya liat ngambang akhirnya saya bersama nadi memutuskan untuk melaporkan balik mereka dengan dugaan penyerobotan juga,sampai sekarang sidah diperiksa beberapa saksi oleh penyidik,” ujar Ibam.

Jelas Ibam, sebenar nya tidak rumit cuma tidak ada kejelasan, kalau kegiatan mereka pihak orang Cina sampai lumpuh total sejak 6 bulan terakhir. Bahkan sawit nya dipanen oleh pihak ke 3 yang memanfaatkan situasi.

“Kondisi lahan saat ini memang kami kuasai cuma kami tidak punya wewenang untuk melarang para penggarong karena yang kami pertahankan tanah nya bukan sawit nya,” tutup Ibam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
50 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
50 %
Surprise
Surprise
0 %

redaksi (598)

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%
Previous post Sat Reskrim Polresta Deli Serdang Lakukan Upaya Diversi Pada Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Anak
Next post Kawal Proyek Strategis Nasional, Kapolda Jateng: Progres Pembangunan PLTU Batang, Rampung Hampir 100 Persen
%d blogger menyukai ini: